Senin, 16 Maret 2009

Terpental Dengan Sendirinya

30/5/04

Pemarah bukan sifatku

Egois bukan tabiatku

Menuntut aku tak mau

Mendikte bagiku terlalu

Pintaku cukup sekali

Kau langgarpun maaf selalu kuberi

Berfikirlah dengan waktumu

Bila sudah terbentur

Kaupun akan terpental dengan sendirinya

Cinta Imitasi

29/05/04


Mungkin aku terlalu pandai bermain kata

Tapi percayalah itu semua bukan sandiwara

Mungkin puisiku sepanjang pesisir

Tapi yakinlah sedikitpun tidak didramatisir

Cintaku tak palsu

Bukan pula berdasarkan nafsu

Cintaku suci

Bukan sekedar imitasi

Rabu, 26 November 2008

Siapa Selingkuh Dibunuh

27/6/04

Tak ada kata mendua

Dalam kamus percintaan kita

Entahlah dia yang keberapa

Yang ingin meracuni hati tuk menjadi pecundang cinta

Sesak dibuatnya

Meminta menyembah menghiba

Tak mau mengerti kalau ku tlah memiliki cinta

Menggoda merayu

Dengan kata cinta yang memuakkan

Dengan dalih rela meski mereka yang kedua

Membuatku harus berpegang erat

Pada komitmen cinta kita

“siapa selingkuh dibunuh” yang intinya setia

Membuatku lelah

Berlari seperti dikejar orang gila

Tuk jauhi mereka

Dengan perinsip

Aku haru menjadi wanita setia

Bahagiakah Kamu?

23/6/04

Bahagiakah kamu jadi pacarku

Jika kesabaran terkuras hanya untuk ku

Bahagiakah kamu jadi pacarku

Jika ketabahan harus terperas juga karena aku

Sudah cukup pengorbananmu

Sudah cukup ku menambah lukamu

Ah….sayang

Aku tak ingin kau menderita mencintai aku

Kau Sandaranku

23/6/04

Hari yang kutunggu setelah dua pekan berlalu

Tak teraling tangis dan asa meluap menyatu

Kau simak tiap ucapku

Kau genggam erat kedua tanganku

Kau sandarkan aku diteduhmu

Kau dekap aku didamainya hatimu

Bening nasihatmu mengalir dijiwaku

Membuatku tersadar ini bukan akhir sgalanya

Pengertianmu mampu menopang hatiku yang kian rapuh

Sayang

Harus dengan apa ku balas semua cintamu

Ur ' birthday

22/6/04

Harus dengan kata apa

Ku mesti membahsakan cintaku

Harus dengan ucapan yang mana lagi

Ku mesti melisankan sayangku

Di hari jadimu ini

Justru aku tak mampu bermain kata

Biarlah terlalu jujur dan apaadanya

Aku hanya punya sekeping doa

Semoga cinta kita utuh untuk selamanya

Terpuruk

21/6/04

Hidup teruji

Hati, jiwa, raga tersemat mati

Juni pekat

Niat nadi diakhiri

Nafas dipenghujung jantung

Wajahmu tersenyum menggantung

Kau alasan hidup tersambung