Rabu, 26 November 2008

Siapa Selingkuh Dibunuh

27/6/04

Tak ada kata mendua

Dalam kamus percintaan kita

Entahlah dia yang keberapa

Yang ingin meracuni hati tuk menjadi pecundang cinta

Sesak dibuatnya

Meminta menyembah menghiba

Tak mau mengerti kalau ku tlah memiliki cinta

Menggoda merayu

Dengan kata cinta yang memuakkan

Dengan dalih rela meski mereka yang kedua

Membuatku harus berpegang erat

Pada komitmen cinta kita

“siapa selingkuh dibunuh” yang intinya setia

Membuatku lelah

Berlari seperti dikejar orang gila

Tuk jauhi mereka

Dengan perinsip

Aku haru menjadi wanita setia

Bahagiakah Kamu?

23/6/04

Bahagiakah kamu jadi pacarku

Jika kesabaran terkuras hanya untuk ku

Bahagiakah kamu jadi pacarku

Jika ketabahan harus terperas juga karena aku

Sudah cukup pengorbananmu

Sudah cukup ku menambah lukamu

Ah….sayang

Aku tak ingin kau menderita mencintai aku

Kau Sandaranku

23/6/04

Hari yang kutunggu setelah dua pekan berlalu

Tak teraling tangis dan asa meluap menyatu

Kau simak tiap ucapku

Kau genggam erat kedua tanganku

Kau sandarkan aku diteduhmu

Kau dekap aku didamainya hatimu

Bening nasihatmu mengalir dijiwaku

Membuatku tersadar ini bukan akhir sgalanya

Pengertianmu mampu menopang hatiku yang kian rapuh

Sayang

Harus dengan apa ku balas semua cintamu

Ur ' birthday

22/6/04

Harus dengan kata apa

Ku mesti membahsakan cintaku

Harus dengan ucapan yang mana lagi

Ku mesti melisankan sayangku

Di hari jadimu ini

Justru aku tak mampu bermain kata

Biarlah terlalu jujur dan apaadanya

Aku hanya punya sekeping doa

Semoga cinta kita utuh untuk selamanya

Terpuruk

21/6/04

Hidup teruji

Hati, jiwa, raga tersemat mati

Juni pekat

Niat nadi diakhiri

Nafas dipenghujung jantung

Wajahmu tersenyum menggantung

Kau alasan hidup tersambung

Help Me Please

20/6/04

Harus dengan kata apalagi

Ku mesti membahasakan lukaku

Harus dengan keluhan apa lagi

Kuharus menguakkan sesakku

Harus sekuat apa lagi

Aku harus meneriakkan tangisku

Harus dengan ketabahan yang mana lagi

Aku harus meluruskan jalan hidupku

Harus dengan ketegaran yang mana ladi

Aku harus menyanggah lemahku

Harus dengan kedustaan yang mana lagi aku harus

Menutupi lukaku

Karna kini aku merasa dipenghujung

Di akhir

Ditandk batas kelemahanku

Dititik terakhir kekuatanku

Aku tak sanggup

Aku lemah

Aku terpojok

Aku terpuruk

Aku malu

Tolong aku………..

Senin, 24 November 2008

Menunggu

15/06/04

Berpeluk pada bayang semu

Suasana hati mengharu biru

Seminggu laksana sewindu

Menunggu

Menunggu tak jemu

Asa menyatu

Kau Yang Membuatku Seutuh Ini

13/1/09

Pacarku yang terkasih

Kau yang mampu merekatkan hatiku yang retak

Kau yang mempu mengumpulkan tulangku yang terserak

Kau yang mampu menyimpul nadiku yang terputus

Pacarku yang tercinta

Kau yang membuatku menjadi seutuh ini

Cinta mu

8/6/04

Bersandar pada bias warna pelangi

Senyummu mampu mengundang sejuta rasa

Tatap mata dan tawa penuh jenaka

Meredupkan tiap asa yang ku bawa

Berpeluk pada tetes embun pagi

Rengkuhanmu mampu menerbangkan sejuta lentera

Membenamkanku dalam hangatnya kasihmu

Membuaiku dalam lembutnya perlakuanmu

Cintamu

Adalah telaga teduh dijiwaku

Jangan Pernah Berfikir Begitu

5/6/04

Kasih

Jangan pernah berfikir kau tak seindah yang ku inginkan

Jangan pernah berfikir kau tak semanis yang ku impikan

Jangan pernah merasa kau tak setegap yang ku harapkan

Jangan pernah merasa kau tak seputih yang ku damba

Sayang

Tetaplah seperti kamu adanya

Jangan menjadi bunga pelastik

Yang tak layu namun palsu

Percayalah

Pada saatnya engkau layu

Aku akan tetap menjadi tanah

Yang menerimamu gugur kebumi

Trimakasih

1/6/04

Tak terbetik rasa

Terlepas asa

Mata berkaca

Hati tergugu

Jiwa terharu

Perkataanmu

Penjelasanmu

Keteguhanmu

Tak ingin pisah dariku

Trimakasih …

Kamu selalu menjadi penerang dalam tiap asaku

Pengakuan itu...

1/6/04

Tak terbetik rasa ingin berpisah

Hanya mencoba jujur beginilah aku adanya

Tak perlu ditutupi

Kukatakan meski bergulat antara asa dan resah

Tentang keadaanku, tentang keluargaku

Kuserahkan kemudi itu padamu

Kemanapun arah yang kau tuju

Hanya satu yang perlu kau tahu

Aku takkan pernah sanggup kehilangan mu

Tak Pantas Untuk mu

31/5/08

Aku slalu merasa tak sepadan disisimu

Merasa tak pantas jadi kekasihmu

Aku hanya mampu menyusahkanmu

Dengan ketidak tahuanku

Dengan sikap kekanakanku

Aku tak mampu dewasa seperti yang kau mau

Aku selalu tak mampu

Menjemput senyum didukamu

Aku selalu tak kuasa

Mengalirkan ceria saat kau berduka

Tak mampu turut saat kau pinta

Tak serta saat kau lemah

Maafkan aku

Berfikirlah Dengan Waktu mu

30/5/04


Pemarah bukan sifatku

Egois bukan tabiatku

Menuntut aku tak mau

Mendikte bagiku terlalu

Pintaku cukup sekali

Kau langgarpun maaf selalu kuberi


Berfikirlah dengan waktumu

Bila sudah terbentur

Kaupun akan terpental dengan sendirinya

Bukan Imitasi

29/05/04

Mungkin aku terlalu pandai bermain kata
Tapi percayalah itu semua bukan sandiwara
Mungkin puisiku sepanjang pesisir
Tapi yakinlah sedikitpun tidak didramatisir

Cintaku tak palsu
Bukan pula berdasarkan nafsu
Cintaku suci
Bukan sekedar imitasi

Jumat, 21 November 2008

Jelek

22 mei 04


“ Dasar anak mami’

Begitu omelnya

Padahal aku sudah berubah tak lagi manja

Justru dia yang anak mama

Dasar tukang ngegoda

Gak pernah mau kalah


Punya pacar tukang ngomel

“ Makan jangan belepotan”

“Dandan jangan kelamaan”

Kalau begitu mulai dech ngoceh kaya intelek

Bikin mata merem melek nahan jutek

Tapi nasib

Kenapa juga justru makin lengket

Jangan-jangan dipelet

Sukur-sukur gak disantet


Dasar E jelek…

Kamis, 20 November 2008

So What Gitu Loh

16 /5/ 04


Salahkah jika cara ini ku tempuh

Uraian sayangku kekamu

Walau ini tak adil untuk ku

Yang ku tahu aku sayang kamu

Menjadi lilin yang menerangi sekitar

Deng an membakar dirinya

Mungkin suatu kesalahan

Tapi

Menjadi akar yang membiarkan dahannya rapuh

Apakah itu suatu kebenaran????

Bimbang

14 /5/04

Mungkin tak pantas kutanyakan

Setelah sekian lam kita bersama


Namun keraguan bukan tak beralasan


Bagaimana dapat ku pastikan

Sebenarnya kita menjalin apa


Bagaimana bisa kuyakinkan

Kalau selama ini kau tak mengerti

Bahkan sedang mencari arti

Apa itu cinta?/

Kamu

2 mei 04

Kamu, sebuah telaga yang mampu menghentikan pengembaraan jiwa

Yang menuntunku untuk menyelaminya, mereguknya

Membangkitkan dahaga yang tiada bertepi

Gemercik bening yang mampu menggoyangkan beribu lonceng

Diantara berjuta puri

Ritme malam yang berhembus damai

Diantara pori-pori kegelapan

Nyanyian laut yang membawa suara dalam dekapan maut


Tawa kaktus dalam badai debu dan gersang

Tangis kaktus dalam hutan dan hujan


Ijinkan dewifortuna meninabobokanmu dalam ayunan malam

Ijinkan nyanyian musin semi menyelimutimu dengan harumnya

Ijinkan rembulan bersanding disinggahsana kejoramu

Ijinkan aku menjadi penghuni tetap dihatimu

Hanya Ada Cinta

18 april 04


Aku hanya ada cinta

Yang nilainya mungkin tidak lebih dari kerinduan

Namun lebih mulia dari pengorbanan

Yang lebih rendah dari rasa sayang

Namun jauh leibh tinggi dari pengabdian

Yang nampak maya dalam keindahan

Namun kekal dalam kematian


Aku hanya ada cinta

Yang ku tanam ditebing-tebing nurani

Karena sesungguhnya

Inilah cinta sejati

April Kelabu

15/4/ 04

April…

Segala duka menyatu

Satu hilang masalah berganti

Harus kularikan kemana?

Kalau tempatku mengadu

Kunanti tak jemu tak jua menuju

Harus ku bagi dengan siapa?

Kalau bahu tempatku bersandar kini alpa

Waktu mu

4 /4/ 04

Tak mengerti jalan fikirmu

Hingga penantian ini harus ku tampuh

Selalu mencoba memahamimu

Namun aku lelah dan kini jemu

Ku fikir kau pandai membagi waktu

Mungkin aku yang keliru

Kau sibuk dengan duniamu

Dan aku..kau biarkan menunggu


Sungguh aku benci kamu

Mengapa Harus Ada Dia

3 /4/04

Mengapa harus ada dia

Bila yang lain banyak memuja

Mengapa harus ada dia

Bila yang lain banyak menyuka

Mengapa harus ada dia

Bila yang lain tak pernah alpa

Mengapa harus ada dia

Bila yang lain selalu sedia

Mengapa harus ada dia

Bila yang lain tak pernah membuat kecewa

Tapi mengapa harus ada yang lain

Bila nya dia yang ku cinta

Kamu Tak Pernah Ada

2 /4/04

Disaat sedihku

Kau tak ada

Disaat dukaku

Kau alfa

Dilemahku kau tak serta

Diruntuhku kau tak turut

Aku ingin berpegang pada ranting nasehatmu

Aku ingin bersandar pada dahan ketegaranmu

Aku ingin kau menumpuku dengan kedewasaanmu

Menaungiku dengan cintamu

Kamu Bisa

29 maret 04


Mestinya kau tahu kesenangan tak selamanya madu

Pelarian yang menghanyutkan

Pelarian yang menyeretmu kedalam neraka

Yang kau sulap menjadi syurga


Syurga alkohol syurga NAZA

Syurganya para pecundang

Syurganya manusia pengecut seperti kamu


Mestinya kau tahu

Kesendirian itu indah

Problema itu nuansa

Asal kau mampu bersikap dewasa


Dan semestinya kaupun tahu

Kalau kau tak selemah itu

Kau mampu berdiri diantara ombak masalah

Yang semakin menggila, datang dan sirna


Buatlah ombak itu menjadi garam

Tanpa dirimu harus terkaram

Kamu pasti bisa

Story Of Betung

22 /3/ 04

Enam bulan

Tepat, senin 22

Hari yang sama, tanggal yang serupa

Jalan yang tak berubah

Diantara hamparan sawah yang menguning

Tigak kisah terjadi

Yang jadi memori

Pengukir senyumku melewati hari

Cinta atau Rasa

2 /3/04

Hembusan kasih terasa

Diantara dingin malam pegunungan

Redup lentera

Tak redup mata dan jiwa

Perlahan

Bertahap

Lembut

Hangat

Sekejap membawa jiwa menari-nari

Kefigura yang tinggi

Detik selanjutnya terhempas

Hati remuk diantar cadas

Bagai mimpi tak berawal

Entah ini ungkapan cinta

Atau ungkapan rasa

Yang mampu membuat sesak

Manahan isakan

Entah tangis suka atau duka

Yang pasti aku merasa

Seperti kaca hempas dibebatuan syurga

Karna Kamu

14 /3/ 04

Sayang

Kamu membuatku jadi penggombal

Dengan kata-kata cintaku yang tulus

Kamu membuatku gila tersenyum dalam lamun


Kamu

Membuatku selalu dahaga akan kasihmu

Membuatku tak pernah jemu akan hadirmu


Karna kamu

Ritme terindah yang pernah aku dengar

Bait terindah yang pernah aku goreskan

Kisah terindah yang pernah aku punya

Cinta terindah yang pernah aku rasa

The First Valentine

14/2/04

Valentine ini

Tahun pertama kupunya kasih

Tahun pertama dibuatnya berarti

Tahun pertama pula dibuatnya sedih

Kenapa juga harus ada air mata

Sekuat tenaga kujaga

Kularikan dengan keceriaan yang dusta

Tanyata runtuh juga

Aku benar-benar kalah

Dasar anak manja

Bad Valentine

14/02/04

Maafkan aku

Jika aku tak bisa menjadi gadismu yang tegar

Yang menerimanya dengn sabar

Maaf, jika hari kasih sayang ini air mataku harus keluar

Namun aku hanya gadis kecil, Sayang..

Yang butuh kasihmu, butuh kehadiranmu

Kealpaanmu hari ini

Membuatku bagai bait puisi yang tak bermakna

Aku benar-benar jatuh dari ketinggian yang kuciptakan sendiri

Aku terhempas diantara kekecewaan dan kerinduan

Maaf jika aku terlalu banyak berharap

Terlalu banyak menuntut waktu mu

Namun aku sadar

Itulah hidupmu itulah dunia mu

Dan kini…

Aku hanya mampu berbisik

Sayang..Happy Valentine Day

Aku Cinta Kesahajaannya

04/02/04

Selaksa kejora diantara berjuta galaksi

Berkilau dalam keremangan yang bersahaja

Bersanding cahaya beribu lentera

Tetap menjadi klise redup yang memukau

Dia, ayah…

Fatamorgana yang melukis rona dengan tinta emasnya

Sebuah nafas yang meniupkan sendi-sendi hingga tegak berdiri

Nuansa flora yang menyelimutiku dengan harumnya

Nada suaka yang mengajariku tegar diantara belukar

E….begitu aku sapa dia ayah

Yang dibahunya ku tak sungkan menggelayut manja

Yang dalam ucapnya ku belajar dewasa

Biarlah ayah, siang disibukan dengan meganya yang berarak

Aku hanya ingin menikmati malam

Dengan kejoranya yang tak menyilaukan mata

Dan bila dewi fortuna melayangkanku kesana

Aku hanya ingin berkata

Sungguh aku sayang dia

All About You

29/01/04

Puisi ini goresan pertama
Setelahku memiliki cinta
Kamu, yang mampu merubah warna dalam syairku
Memberi sedikit senyum dari tiap kata yang kurangkum

Goresan ini
Pertama kalinya penaku menari atas namamu
Menepis rasa tuk menuai kata
“ Semua Tentang Kita “

Kamu
Yang dengan kesederhanaan katamu
Mampu membuatku tergugu atas cintamu
Membuatku sebagai wanita manja
Namun yang patut dicinta

Kamu
Yang pertama merengkuhku dalam gundah
Membenamkanku dalam hangatnya kasihmu

Dipundakmu untuk pertama kusandarkan letihku
Dipangkuanmu untuk pertama kularutkan kantukku
Dihatimu untuk pertama ku tahu apa itu cinta yang nyata
Dibibirmu untuk pertama ku tahu apa itu tangis bahagia

Kamu
Yang mampu mengukir senyum dalam tangisku
Mengikis amarah dalam kerinduanku
Hanya kamu yang sanggup
Memancing kata sayang keluar dari bibirku

Kamu
Yang membuatku damai disisimu
Yang mampu mengukir duka dijiwaku
Menawarkan racun kehidupan dihatiku

Kamu
Yang selalu membuatku tertawa
Namun dimatamu dapat kubaca derita
Dihelaan nafasmu berirama luka
Satu yang membuatku kecewa
Tak kau biarkan ku tahu segalanya

Kamu
Semua tentang kamu
Tak sedikitpun aku ragu sayang
Tuk bilang “ Aku Cinta Kamu”